Memulai percakapan melalui chat atau video call terkadang terasa lebih sulit daripada yang dibayangkan. Terlebih jika kamu baru mengenal seseorang atau sedang berusaha membuat komunikasi dengan pasangan tetap menyenangkan. Pertanyaan yang terlalu umum bisa membuat obrolan cepat berhenti, sedangkan topik yang terlalu serius berisiko membuat suasana terasa kaku.
- Aktivitas sehari-hari tidak banyak berubah
- Terlalu sering berkomunikasi
- Kurangnya pengalaman yang dilakukan bersama
- Percakapan hanya berfokus pada rutinitas
- Tidak memiliki aktivitas bersama secara virtual
Agar percakapan tetap mengalir, kamu bisa memilih topik ringan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa ide yang dapat kamu coba.
.jpg)
Kamu bisa memulai dengan membahas hal sederhana yang terjadi sepanjang hari. Tidak harus sesuatu yang istimewa. Ceritakan pekerjaan, makanan yang kamu coba, perjalanan pulang, atau kejadian lucu yang baru saja dialami. Dari satu cerita kecil, biasanya akan muncul topik baru secara alami.
Makanan merupakan topik yang mudah dikembangkan. Kamu bisa bertanya tentang makanan favorit, tempat makan yang sedang ingin dicoba, hingga makanan yang paling tidak disukai. Jika percakapan berlangsung melalui video call, kamu juga bisa membahas makanan atau minuman yang sedang dinikmati.
.jpg)
Daripada hanya bertanya, “Sedang apa?”, coba tanyakan mengenai rencana akhir pekannya. Pertanyaan ini dapat membuka peluang untuk membicarakan hobi, tempat yang ingin dikunjungi, atau aktivitas yang biasanya dilakukan saat memiliki waktu luang.
Topik hiburan bisa menjadi pilihan ketika kamu ingin menghindari percakapan yang terlalu serius. Kamu bisa saling bertukar rekomendasi film, serial, lagu, atau penyanyi favorit. Jika ternyata memiliki selera yang sama, pembicaraan pun dapat berlangsung lebih panjang.
.jpg)
Kamu tidak selalu membutuhkan pertanyaan yang mendalam untuk membuat percakapan menarik. Ceritakan fakta unik, kejadian lucu, atau sesuatu yang baru kamu lihat di media sosial. Topik random justru dapat membuat suasana lebih santai dan spontan.
Jika percakapan sudah terasa nyaman, kamu bisa membahas hal-hal yang ingin dilakukan suatu hari nanti. Misalnya, tempat yang ingin dikunjungi, pengalaman yang ingin dicoba, atau kegiatan yang sudah lama masuk dalam bucket list. Topik ini juga bisa membantu kamu mengenal kepribadian lawan bicara lebih jauh.
(Baca juga: 7 Cara Asik Mulai Percakapan di First Date)
Pada akhirnya, percakapan yang menyenangkan bukan hanya tentang menemukan topik yang sempurna. Kamu juga perlu memberikan respons yang menunjukkan ketertarikan dan tidak sekadar mengajukan pertanyaan. Dengan begitu, chat maupun video call terasa lebih natural, hangat, dan tidak seperti sesi tanya jawab.
(Penulis: Sania Zelikha)