Dalam sebuah hubungan, keseimbangan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Hubungan yang sehat seharusnya membuat kamu merasa dihargai, didengar, dan memiliki ruang untuk menjadi diri sendiri. Sebaliknya, hubungan yang tidak seimbang dapat membuat salah satu pihak terus-menerus berkorban tanpa mendapatkan perhatian atau penghargaan yang setara.
- Terbiasa berkomunikasi secara terbuka
- Saling menghargai batasan
- Menyelesaikan konflik dengan sehat
- Saling memberikan dukungan
- Menghargai hal-hal kecil
- Tetap menjadi diri sendiri
Agar tidak salah menilai, berikut beberapa hal yang dapat membantu kamu membedakan hubungan sehat dan yang tidak seimbang.
_(1).jpg)
Dalam hubungan yang sehat, kedua pihak memiliki keinginan untuk memberi dan menerima. Perhatian, waktu, dukungan, hingga usaha untuk menjaga hubungan dilakukan secara timbal balik.
Sementara itu, hubungan yang tidak seimbang biasanya membuat satu orang lebih banyak berusaha. Kamu mungkin selalu menjadi pihak yang menghubungi lebih dulu, meminta maaf, mengalah, atau mencari solusi ketika terjadi masalah.
Hubungan yang sehat memberikan ruang bagi kedua pihak untuk menyampaikan perasaan dan pendapat. Perbedaan pandangan dapat dibicarakan tanpa rasa takut akan diabaikan atau diremehkan.
Jika hanya satu pihak yang selalu berbicara, sedangkan pihak lainnya tidak mau mendengarkan atau menganggap perasaan pasangannya tidak penting, hubungan tersebut berpotensi menjadi tidak seimbang.
.jpg)
Memiliki hubungan dekat bukan berarti kamu harus kehilangan ruang pribadi. Hubungan yang sehat tetap memberikan kebebasan untuk memiliki waktu sendiri, menjalani hobi, bertemu teman, dan menentukan pilihan pribadi.
Sebaliknya, hubungan yang tidak seimbang dapat ditandai dengan sikap terlalu mengontrol, memaksakan kehendak, atau membuat kamu merasa bersalah ketika membutuhkan ruang.
Perbedaan dan konflik merupakan hal yang wajar dalam hubungan. Yang membedakan adalah bagaimana kamu dan pasangan menghadapinya.
Dalam hubungan sehat, masalah dibicarakan untuk menemukan jalan keluar. Tidak ada pihak yang sengaja mendiamkan, mengancam, atau menggunakan kesalahan masa lalu sebagai alat untuk memenangkan pertengkaran.
_(1).jpg)
Pada akhirnya, hubungan yang sehat membuat kedua pihak merasa memiliki nilai yang sama. Kamu tidak perlu terus membuktikan bahwa dirimu layak mendapatkan perhatian, kasih sayang, atau komitmen.
(Baca juga: 7 Topik Deep Talk dengan Suami agar Hubungan Semakin Erat)
Jika kamu terus merasa harus mengejar, membuktikan diri, dan mengorbankan kebutuhan sendiri agar hubungan tetap berjalan, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali keseimbangan di dalamnya.
(Penulis: Sania Zelikha)