Traveler yang sering ke negara-negara Eropa mungkin sudah tidak asing dengan masakan kontinental. Dikenal dengan teknik memasak yang variatif, masakan kontinental biasanya utamakan memakai bahan-bahan berkualitas tinggi. Apa saja makanan yang termasuk kategori ini? Yuk intip list makanan kontinental dan asal negaranya yang menggambarkan keragaman rasa dan sejarah di tiap hidangan.
Tidak seperti masakan khas Asia yang kaya akan rempah dan rasa kuat, masakan kontinental lebih utamakan keseimbangan rasa, tekstur, dan estetika. Keju, anggur, krim, daging olahan, dan penggunaan rempah ringan seperti thyme atau rosemary menjadi ciri khasnya. Setiap hidangan sering kali mencerminkan budaya dan sejarah dari negara asalnya, membuat makanan kontinental sarat makna dan tradisi yang mendalam.

Coq au Vin adalah hidangan tradisional Prancis berupa ayam yang dimasak perlahan dalam anggur merah bersama bawang putih, bawang bombay kecil, jamur, dan potongan bacon. Hidangan ini menggunakan teknik slow cooking khas Prancis. Bumbu pun lebih mudah meresap ke dalam daging hingga empuk sempurna. Fun fact: Coq au Vin awalnya dibuat untuk mengolah daging ayam jantan tua yang keras, tapi kini menjadi salah satu simbol klasik kuliner Prancis.
(Baca juga: 7 Makanan Oriental yang Unik dan Asal Negaranya)

Paella merupakan makanan khas Spanyol yang berasal dari daerah Valencia. Biasanya, hidangan ini disiapkan dari nasi yang dimasak dengan saffron, dicampur daging, seafood, dan sayuran dalam satu wajan besar yang disebut paellera. Paella sering disajikan saat acara keluarga atau festival sebagai simbol kebersamaan. Warna kuning keemasan dari saffron dan aroma seafood membuat paella menjadi hidangan yang kaya rasa dan visual.

Saat mengunjungi restoran Italia, ini menjadi menu yang tak boleh terlewatkan. Lasagna berasal dari Italia utara, khususnya wilayah Bologna dan Emilia-Romagna. Hidangan ini terdiri dari lapisan pasta lebar yang dioleskan saus daging, saus putih (béchamel), dan keju, lalu dipanggang sampai matang. Lasagna mewakili masakan rumahan khas Italia yang kaya rasa.

Bratwurst merupakan jenis sosis khas Jerman yang dibuat dari daging babi, sapi, atau terkadang domba, dibumbui dengan campuran rempah-rempah khas Eropa Tengah. Biasanya disajikan dengan roti kecil dan mustard. Karena praktis, bratwurst menjadi makanan jajanan yang populer terutama di festival. Sosis ini melambangkan budaya daging dan bir yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Jerman.

Termasuk hidangan panggang dari Yunani, Moussaka terdiri dari lapisan terong goreng, daging cincang berbumbu, dan saus béchamel kental di bagian atas. Moussaka populer disantap di wilayah Mediterania dan Balkan. Makanan ini kaya rasa dengan tekstur berlapis dan mewakili pengaruh Kekaisaran Ottoman dalam kuliner Yunani.

Hidangan khas Rusia ini terdiri dari irisan daging sapi empuk yang dimasak dalam saus krim asam dan bawang. Makanan ini pertama kali dikenalkan pada abad ke-19 oleh koki yang bekerja untuk keluarga bangsawan Stroganov. Dengan campuran daging dan saus yang lembut, hidangan ini mencerminkan perpaduan antara masakan Eropa klasik dengan gaya bangsawan Rusia.

Quiche Lorraine adalah pai asin dari wilayah Lorraine di timur laut Prancis. Terdapat campuran telur, krim, dan daging asap (bacon) dalam kulit pai gurihnya. Walau kini ada banyak variasi modern dengan tambahan keju atau sayuran, versi aslinya tetaplah menjadi favorit banyak orang.

Hidangan tradisional Swiss yang unik ini khas disajikan saat musim dingin. Berasal dari wilayah pegunungan Alpen, di mana keju Raclette dipanaskan. Lalu dikeruk dan dituangkan ke atas kentang rebus, acar, dan daging kering. Uniknya, Raclette juga menjadi simbol keramahan, kehangatan, dan kesederhanaan yang menyatu dalam tradisi masyarakat Alpen.
Kedelapan hidangan di atas menunjukkan betapa beragam dan kaya warisan kuliner di Eropa. Setiap makanan kontinental membawa kisah budaya dan sejarah yang menjadikannya lebih dari sekadar makanan. Kira-kira kamu tertarik mencicipi yang mana nih?
(Penulis: Zahrah Pricila)