Gigi yang tampak kuning merupakan kondisi yang cukup umum dan dapat terjadi karena berbagai faktor. Warna gigi tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang kurang menjaga kebersihan mulut. Faktor makanan, kebiasaan sehari-hari, usia, hingga kondisi tertentu dapat memengaruhi perubahan warna gigi.
Menurut drg. Suryono, Dokter gigi sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM), pernah menjelaskan mengenai penyebab perubahan warna gigi. Menurut penjelasannya, warna gigi dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik.
Faktor intrinsik dapat berkaitan dengan genetik, proses pertumbuhan gigi, penggunaan antibiotik tertentu saat masa kanak-kanak, hingga kondisi tertentu seperti kehamilan. Sementara itu, faktor ekstrinsik dapat berkaitan dengan kebersihan gigi serta konsumsi makanan dan minuman.
- Penumpukan plak dan karang gigi
- Sering mengonsumsi makanan dan minuman tertentu
- Kebiasaan merokok
- Lapisan email gigi menipis
- Faktor genetik dan kondisi gigi
Berikut beberapa penyebab gigi berwarna kuning yang perlu kamu ketahui.
.jpg)
Kebersihan gigi yang kurang terjaga dapat menyebabkan plak menumpuk di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak dapat mengeras menjadi karang gigi yang berwarna kekuningan atau kecokelatan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko masalah gusi dan gigi berlubang.
Beberapa makanan dan minuman mengandung pigmen yang dapat menempel pada permukaan gigi. Kopi, teh, minuman bersoda, serta makanan dengan pewarna kuat dapat menyebabkan noda pada gigi apabila dikonsumsi terlalu sering dan tidak diimbangi dengan perawatan gigi yang baik.
.jpg)
Nikotin dan tar dalam rokok dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi. Penggunaan produk tembakau secara rutin dapat membuat gigi terlihat semakin kuning hingga kecokelatan. Selain memengaruhi warna gigi, merokok juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan mulut.
Gigi memiliki lapisan pelindung bernama enamel yang berwarna putih atau agak transparan. Seiring waktu, enamel dapat mengalami penipisan sehingga lapisan dentin di bawahnya menjadi lebih terlihat. Dentin secara alami memiliki warna kekuningan, sehingga gigi dapat tampak lebih kuning.
.jpg)
Perubahan warna gigi juga dapat terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Enamel cenderung semakin tipis, sementara dentin menjadi lebih terlihat. Akibatnya, warna gigi dapat tampak lebih kekuningan dibandingkan ketika kamu masih muda.
Jarang menyikat gigi atau membersihkan sela-sela gigi dapat membuat noda lebih mudah menumpuk. Sebaliknya, menyikat gigi terlalu keras juga berpotensi menyebabkan enamel terkikis. Karena itu, kamu sebaiknya menyikat gigi dengan teknik yang benar menggunakan sikat gigi berbulu lembut.
(Baca juga: Wah! Ini 7 Makanan yang Membuat Gigi Menguning)
Jika perubahan warna gigi terjadi secara tiba-tiba, hanya pada satu gigi, atau disertai nyeri dan perubahan struktur gigi, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya.
(Penulis: Sania Zelikha)