Vitamin D merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang, otot, sistem kekebalan tubuh, hingga fungsi saraf. Sayangnya, kekurangan vitamin D sering kali tidak disadari karena gejalanya cenderung muncul secara perlahan dan menyerupai masalah kesehatan lainnya. Padahal, jika dibiarkan dalam waktu lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda tubuh yang mulai kekurangan vitamin D agar dapat segera mengambil langkah yang tepat.
Jika asupan vitamin D tercukupi setiap hari, tubuh akan lebih optimal dalam menyerap kalsium sehingga kesehatan tulang tetap terjaga. Berikut beberapa makanan yang mengandung vitamin D yang bisa kamu konsumsi secara rutin.
- Ikan berlemak
- Kuning telur
- Hati sapi
- Jamur yang terpapar sinar ultraviolet
- Susu dan produk olahannya
- Sereal dan makanan berbahan oat
Berikut tujuh gejala tubuh kekurangan vitamin D yang perlu kamu waspadai.
.jpg)
Jika kamu sering merasa lelah meskipun sudah beristirahat dengan cukup, bisa jadi tubuh sedang mengalami kekurangan vitamin D. Nutrisi ini berperan dalam membantu produksi energi dan menjaga fungsi otot sehingga kekurangannya dapat membuat tubuh terasa lemas sepanjang hari.
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium untuk menjaga kekuatan tulang. Ketika kadarnya rendah, kamu mungkin mulai merasakan nyeri pada tulang, terutama di area punggung bagian bawah, pinggul, atau kaki. Rasa nyeri ini dapat muncul secara terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
.jpg)
Kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan otot menjadi lebih lemah. Kamu mungkin merasa kesulitan saat mengangkat barang, menaiki tangga, atau melakukan aktivitas fisik yang sebelumnya terasa mudah.
Vitamin D berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Jika kamu sering mengalami flu, batuk, atau infeksi lainnya dalam waktu yang berdekatan, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda kadar vitamin D dalam tubuh tidak mencukupi.
Apabila luka pada kulit membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, jangan langsung mengabaikannya. Vitamin D berperan dalam proses regenerasi jaringan dan membantu mengurangi peradangan. Kekurangan vitamin ini dapat memperlambat proses penyembuhan luka.
.jpg)
Rambut rontok memang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti stres atau perubahan hormon. Namun, kekurangan vitamin D juga dapat menjadi salah satu penyebabnya. Jika rambut rontok terjadi secara berlebihan dalam waktu lama, kamu sebaiknya mempertimbangkan untuk memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Kadar vitamin D yang rendah juga dikaitkan dengan perubahan suasana hati, seperti mudah merasa sedih, kurang bersemangat, atau sulit berkonsentrasi. Pada beberapa orang, kondisi ini bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan suasana hati apabila tidak segera ditangani.
(Baca juga: 4 Manfaat Vitamin D yang Wajib Diketahui)
Meskipun gejala-gejala di atas tidak selalu menandakan kekurangan vitamin D, kamu tetap perlu memperhatikannya apabila muncul secara terus-menerus. Cara terbaik untuk memastikan kondisi tersebut adalah dengan berkonsultasi kepada tenaga medis dan menjalani pemeriksaan sesuai anjuran. Selain itu, memenuhi kebutuhan vitamin D melalui paparan sinar matahari pagi, konsumsi makanan bergizi, dan suplemen sesuai rekomendasi dokter dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara optimal.
(Penulis: Sania Zelikha)