Hair & Beauty

Cap Camarat: Wewangian, Memori dan Perjalanan Tak Terlupakan

By : Putri Arifa Malik - 2026-05-11 18:00:02 Cap Camarat: Wewangian, Memori dan Perjalanan Tak Terlupakan

Di dunia wewangian niche, nama Memo Paris selalu terdengar seperti undangan untuk bepergian. Bukan sekadar berpindah tempat, melainkan berpindah rasa, suasana, bahkan identitas. Label parfum yang didirikan oleh John Molloy dan Clara ini sejak awal dibangun di atas gagasan bahwa aroma adalah peta emosional tanpa batas negara.



Peluncuran varian terbaru, Cap Camarat, menjadi momen perkenalan Memo Paris kepada pencinta parfum di Surabaya, tepatnya di butik mereka di Ciputra World, Surabaya. Bagi John, parfum bukan hanya soal wangi. Ia adalah cara membawa rumah ke mana pun kamu pergi. Sebuah portable homeland yang dapat melekat di kulit, mengikuti langkah ke mana pun kamu berada. 




Her World Indonesia melakukan perbincangan singkat dengan John Molloy, salah satu co-founder dari label parfum Memo Paris. Simak wawancara lengkapnya berikut ini:


Q: Anda tumbuh di antara ladang Irlandia, cerita keluarga dari Kenya, tradisi sekolah asrama, hingga kini tinggal di Swiss. Apakah Memo Paris sebenarnya adalah cara Anda membangun “rumah portabel” yang bisa dibawa dalam botol parfum?

Saya memang memiliki kecintaan terhadap perjalanan dan pergerakan sejak lama. Namun ada satu momen penting, yaitu saat saya pindah ke Paris setelah studi untuk bekerja di dunia mode dan bertemu Clara, yang kemudian menjadi istri saya dan memiliki latar belakang Spanyol dari orang tuanya. Bersamanya, melalui keberagaman latar belakang kami, kami memutuskan untuk mendirikan rumah parfum ini sebagai penghormatan terhadap keindahan dunia dan berbagai budayanya. Kami ingin menggambar peta dunia yang baru secara emosional dan olfaktori, bebas dan tanpa batas.


Q: Cap Camarat terasa seperti pelarian yang hangat dengan matahari, identitas santai, sensual, dan “malas” dalam arti yang menyenangkan. Apakah ini versi liburan dari diri Anda yang jarang terjadi di kehidupan nyata?

Tepat sekali. Wewangian ini memang seperti jeda yang membahagiakan, kesempatan untuk menatap cakrawala sambil menikmati setiap momen, setiap gerak laut dan langit. Secara pribadi, saya sulit berdiam diri di pantai, tetapi saya membayangkan Cap Camarat sebagai perjalanan dengan perahu, berlabuh di tengah laut, dan menikmati pertemuan antara matahari, air, dan musim panas.


Q: Busana membalut tubuh, parfum membalut memori. Menurut Anda, mana yang lebih jujur menggambarkan seseorang?

Itu cara yang indah untuk menggambarkan parfum sebagai sesuatu yang membalut memori, sejalan dengan filosofi Memo Paris yang berasal dari kata memory. Namun saya juga percaya busana memiliki kekuatan yang sama. Mengenakan pakaian sama seperti mengenakan parfum. Ada hubungan antara tubuh dan pikiran yang bekerja melalui sensasi dan emosi. Cara berpakaian menunjukkan karakter, dan keduanya berjalan beriringan.

Kami juga memperkenalkan gestur baru yang kami sebut Weaving. Untuk Cap Camarat, kami merancang satu set yang menggabungkan parfum utama dengan enam note khas dalam ukuran kecil. Pelanggan dapat memilih note yang disukai dan mengombinasikannya dengan parfum untuk menciptakan “tenunan aroma” dalam versi lebih personal.


Q: Apakah perempuan-perempuan dalam hidup Anda memengaruhi nuansa emosional parfum Memo Paris?

Tentu saja, Clara adalah yang utama. Kami juga bekerja dengan sejumlah perfumer perempuan yang membawa visi dan inspirasi mereka ke dalam kreasi Memo Paris, seperti Alienor Massenet, Sophie Labbé, dan Nadège Le Garlantezec (pencipta Cap Camarat) serta banyak talenta lainnya.

Perspektif perempuan penting bagi saya, tetapi rasa ingin tahu, keberanian, dan kreativitas yang kami tampilkan dalam parfum adalah kualitas manusiawi yang melampaui batas gender.


Q: Saat seseorang mencium Cap Camarat, apa yang paling Anda harapkan mereka rasakan terlebih dahulu: percaya diri, godaan, nostalgia, atau dorongan untuk bepergian?

Mungkin sedikit dari semuanya. Namun yang paling utama adalah rasa intim, efek seperti kulit kedua. Wewangian ini menyelimuti seperti matahari yang lembut dan murah hati. Ia membangkitkan kebutuhan akan cahaya, alam, dan energi, hal-hal esensial dalam hidup kita.


Terasa jelas bahwa Cap Camarat bukan sekadar aroma tentang laut dan matahari. Ia adalah tentang jeda. Tentang momen ketika kita sedang berhenti, menatap cakrawala, dan benar-benar hadir. Karena di dunia Memo Paris, wewangian bukan tentang ke mana kita pergi, melainkan tentang bagaimana kita merasa, di mana pun kita berada.










Hair & Beauty