Setiap tahunnya, ajang Met Gala selalu menjadi panggung eksplorasi fashion paling ikonik di dunia. Di Met Gala 2026, tema yang berfokus pada seni (art) menghadirkan interpretasi gaya yang lebih berani, eksperimental, dan sarat makna. Tidak hanya sekadar busana, setiap tampilan seolah menjadi karya seni hidup yang mencerminkan kreativitas tanpa batas. Kalau kamu ingin tampil standout dengan sentuhan artistik, inspirasi dari red carpet ini bisa jadi referensi menarik.
Tema Met Gala 2026 ini yakni “Costume Art,” yang mengangkat pertemuan antara dunia mode dan seni, dengan dress code “Fashion Is Art”. Pameran ini menyoroti konsep “tubuh yang berpakaian” sebagai penghubung utama berbagai medium seni selama lebih dari 5.000 tahun, dengan penekanan pada materialitas busana, bukan sekadar daya tarik visualnya.
“Fashion Is Art” mengajak para tamu untuk mengenakan busana yang tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga sebagai karya seni, atau menampilkan hasil kolaborasi antara desainer dan seniman.
Berikut beberapa outfit yang terinspirasi dari nuansa art di Met Gala 2026 yang bisa kamu adaptasi:
.jpg)
Penampilan Kendall Jenner dalam rancangan Gap oleh Zac Posen terinspirasi dari patung Winged Victory of Samothrace. Nah, karya Winged Victory of Samothrace dipamerkan di Museum Louvre.
Gaunnya dirancang dengan konsep “setipis kertas” agar dapat dibentuk, dipahat, dan dijatuhkan mengikuti siluet tubuh. Material chiffon berlapis satin yang telah melalui proses pencucian, serta organza dengan teknik serupa, digunakan pada beberapa bagian untuk menciptakan efek seolah “melampaui realitas,” sesuai dengan visi Posen.
.jpg)
Tampilan custom yang dikenakan Kendall Jenner juga dilengkapi dengan sayap meskipun tidak dikenakannya saat melangkah di tangga Met Gala yang menurut Zac Posen dibuat tanpa menggunakan bulu, mengikuti permintaan sang model.
.jpg)
Hunter Schafer mengenakan busana khusus rancangan Prada yang terinspirasi dari lukisan “Mäda Primavesi” karya Gustav Klimt.
Berbeda dari penggunaan aksesori yang mencolok, Hunter Schafer memilih perhiasan yang minimalis, sehingga gaun yang dikenakannya menjadi pusat perhatian. Rambut pirang terang khasnya ditata dengan belahan samping yang dalam, dipadukan dengan sentuhan highlight biru yang tak terduga, selaras dengan warna gaunnya.

Riasannya pun terlihat dirancang dengan cermat, menampilkan blush merah muda cerah pada kulitnya yang bercahaya. Sementara itu, area mata dipercantik dengan riasan minimalis berupa sapuan lembut eyeshadow biru. Sentuhan akhir berupa lipstik merah muda cerah yang lembut semakin menyempurnakan penampilannya yang memikat.
.jpg)
Gracie Abrams mengenakan Chanel, terinspirasi dari karya Gustav Klimt berjudul “Portrait of Adele Bloch-Bauer I.”
.jpg)
Gaun yang dikenakan Adams, dengan detail tali halter berhias permata serta lengan model off-shoulder, paling menyerupai karya The Kiss milik Gustav Klimt yang dibuat pada periode “Golden Period”-nya. Lukisan tersebut bermedium minyak di atas kanvas yang diperkaya dengan lembaran emas, perak, dan platinum menampilkan sepasang kekasih yang saling berpelukan dalam ciuman romantis.
.jpg)
Lauren Sánchez Bezos mengenakan Schiaparelli, terinspirasi dari sosok “Madame X” (Virginie Amélie Avegno Gautreau) dalam karya Madame X oleh John Singer Sargent.

Seperti biasa, Sánchez Bezos menyempurnakan penampilannya dengan perhiasan yang mencuri perhatian, termasuk anting berlian panjang rancangan Lorraine Schwartz serta cincin pernikahan ikonis yang dikenakannya di tangan kanan. Penampilannya ditata oleh Law Roach, yang dikenal luas atas kolaborasinya dengan Zendaya dan sejumlah nama besar lainnya.
.jpg)
Gaunnya Rachel Zegler terinspirasi dari lukisan The Execution of Lady Jane Grey karya Paul Delaroche.
Rachel mengenakan gaun rancangan Atelier Prabal Gurung yang terbuat dari sutra moire berwarna mutiara, dengan bodice renda yang dibuat secara manual serta siluet rok yang pas di tubuh, dilengkapi detail pita sebagai aksen.

Selanjutnya, ia mengenakan masker custom berbahan silk chiffon dari Jennifer Behr yang terinspirasi dari lukisan Lady Jane Grey. Masker ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Jennifer dan penata gaya Rachel, Sarah Slutsky Tooley, dengan detail tali yang menjuntai hingga ke bagian belakang gaunnya. Setiap bagian dibuat dan dijahit secara handmade di atelier merek tersebut di Brooklyn.
_(1).jpg)
Heidi Klum mengenakan rancangan khusus karya Mike Marino, yang terinspirasi dari karya The Veiled Virgin oleh Giovanni Strazza.
.jpg)
Busana yang dirancang dengan material seperti lateks dan spandeks tersebut membuat Klum terlihat menyerupai patung pahatan batu.
(Baca juga: 7 Busana Terbaik Met Gala 2026)
Pada akhirnya, inspirasi dari Met Gala 2026 mengajarkan bahwa fashion adalah medium ekspresi diri. Kamu tidak harus tampil ekstrem, tetapi cukup mengambil elemen artistik yang sesuai dengan kepribadianmu. Dengan begitu, gaya kamu tidak hanya stylish, tetapi juga memiliki cerita yang kuat.
(Penulis: Sania Zelikha)