Ube dan taro sering ditemukan dalam berbagai hidangan, mulai dari es krim, kue, hingga minuman kekinian. Keduanya memiliki warna ungu yang menarik sehingga kerap dianggap sebagai bahan makanan yang sama. Padahal, ube dan taro berasal dari tanaman yang berbeda serta memiliki karakteristik rasa, warna, dan tekstur yang tidak serupa.
- Ube cake
- Taro mochi
- Ube latte
- Taro milk tea
- Ube ice cream
- Taro pudding
Agar kamu tidak keliru saat memilihnya, berikut lima perbedaan ube dan taro yang perlu diketahui.
.jpg)
Perbedaan ube dan taro yang paling mendasar terletak pada asal tanamannya. Ube merupakan ubi ungu yang dikenal dengan nama ilmiah Dioscorea alata. Tanaman ini termasuk keluarga Dioscoreaceae dan banyak digunakan dalam hidangan tradisional Filipina.
Sementara itu, taro berasal dari tanaman Colocasia esculenta, yang dikenal di Indonesia sebagai talas. Taro banyak ditemukan di wilayah tropis dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan dalam berbagai budaya, termasuk di Asia Tenggara.
Meskipun sama-sama identik dengan warna ungu, ube dan taro memiliki tampilan yang berbeda. Ube umumnya mempunyai daging berwarna ungu cerah hingga ungu tua. Warna ini membuat ube populer sebagai bahan pewarna alami untuk berbagai hidangan.
Di sisi lain, daging taro biasanya berwarna putih atau krem dengan bintik-bintik ungu. Namun, warna taro dapat bervariasi bergantung pada varietasnya. Produk minuman taro yang berwarna ungu cerah juga tidak selalu menggunakan talas murni karena bisa mengandung pewarna tambahan.
.jpg)
Jika kamu pernah mencicipi keduanya, perbedaan rasa ube dan taro cukup mudah dikenali. Ube memiliki rasa manis alami dengan aroma yang lembut, menyerupai perpaduan vanila, kacang, dan sedikit rasa kelapa.
Sebaliknya, taro mempunyai rasa yang lebih ringan, cenderung bersahaja, dan sedikit menyerupai kacang. Karena rasanya tidak terlalu manis, taro sering dipadukan dengan gula, susu, atau bahan tambahan lainnya untuk menghasilkan cita rasa yang lebih kuat.
Ube yang telah dimasak cenderung menghasilkan tekstur lembut dan padat sehingga cocok untuk isian kue, bolu, donat, serta hidangan penutup lainnya.
Taro juga dapat menjadi lembut setelah dimasak, tetapi teksturnya cenderung berpati dan dapat terasa sedikit bertepung. Selain diolah menjadi hidangan manis, taro sering digunakan dalam sup, makanan kukus, keripik, dan minuman kekinian.
Perlu diingat, kedua bahan ini harus diolah dengan benar sebelum dikonsumsi.
.jpg)
Ube dan taro sama-sama mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi. Keduanya juga menyediakan serat, vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan dalam jumlah yang bervariasi.
Ube memiliki pigmen antosianin yang berperan sebagai antioksidan, sedangkan kandungan gizi taro bergantung pada varietas dan cara pengolahannya. Meski demikian, manfaat yang kamu peroleh juga dipengaruhi oleh bahan tambahan, seperti gula, krimer, dan susu, terutama pada produk minuman atau makanan penutup.
(Baca juga: Lihat Perbedaan Warna Taro dan Lavender, Jangan Tertukar!)
Dengan memahami perbedaan tersebut, kamu bisa memilih ube atau taro sesuai selera dan kebutuhan. Ube cocok untuk kamu yang menyukai rasa manis dan warna ungu yang mencolok, sedangkan taro bisa menjadi pilihan jika kamu menginginkan rasa yang lebih ringan dan serbaguna untuk berbagai jenis hidangan.
(Penulis: Sania Zelikha)