Memilih parfum bukan hanya soal aroma yang sesuai dengan kepribadian, tetapi juga tentang memahami konsentrasi wewangian di dalamnya. Dua jenis parfum yang sering dibandingkan adalah eau de parfum (EDP) dan extrait de parfum. Keduanya dikenal memiliki aroma yang relatif tahan lama, tetapi terdapat beberapa perbedaan yang perlu kamu ketahui sebelum membeli.
Untuk cuaca panas, kamu bisa memilih EDP dengan aroma citrus, aquatic, green, atau floral ringan. Karakter aromanya cenderung terasa segar dan nyaman digunakan saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk makan malam, pesta, atau acara formal, aroma yang lebih hangat dan kompleks dapat memberikan kesan elegan. Extrait de Parfum dengan sentuhan amber, vanilla, rempah, atau kayu bisa menjadi pilihan yang sesuai.
Lantas, apa saja perbedaan eau de parfum dan extrait de parfum? Simak penjelasan berikut ini.
.jpg)
Perbedaan utama eau de parfum dan extrait de parfum terletak pada konsentrasi minyak wewangian yang terkandung di dalamnya. Eau de parfum umumnya memiliki konsentrasi sekitar 15–20 persen, sedangkan extrait de parfum biasanya berada pada kisaran 20–40 persen.
Konsentrasi tersebut dapat berbeda-beda, tergantung pada formulasi setiap merek. Secara umum, extrait de parfum memiliki kandungan minyak wewangian lebih tinggi sehingga aromanya dapat terasa lebih intens. Namun, konsentrasi yang tinggi tidak selalu menjamin aroma yang lebih kuat atau tahan lama karena komposisi bahan juga berpengaruh.
Jika kamu mencari parfum yang dapat menemani aktivitas sepanjang hari, ketahanan aroma menjadi salah satu hal penting untuk dipertimbangkan.
Eau de parfum umumnya dapat bertahan sekitar delapan jam, sedangkan extrait de parfum dapat bertahan sekitar 12 jam atau lebih. Meski demikian, angka tersebut bukan patokan mutlak. Jenis kulit, cuaca, aktivitas, serta karakter bahan wewangian dapat memengaruhi ketahanan parfum.
Oleh karena itu, sebaiknya kamu mencoba parfum secara langsung untuk mengetahui bagaimana aromanya berkembang dan bertahan pada kulitmu.
_(1).jpg)
Eau de parfum biasanya menawarkan aroma yang cukup menonjol dan relatif mudah digunakan untuk berbagai kesempatan. Jenis ini cocok untuk kamu yang ingin menggunakan parfum saat bekerja, bepergian, atau menghadiri acara tertentu.
Sementara itu, extrait de parfum cenderung memiliki karakter aroma yang lebih pekat dan dapat berkembang secara berbeda pada setiap tahap pemakaian. Beberapa formulasi terasa lebih lembut dan dekat dengan kulit, bukan selalu lebih menyengat. Hasil akhirnya tetap bergantung pada komposisi parfum tersebut.
Extrait de parfum sering dijual dengan harga lebih tinggi karena konsentrasi minyak wewangiannya lebih besar. Namun, harga juga dipengaruhi oleh merek, kualitas bahan, kemasan, dan proses pembuatannya.
Untuk penggunaan sehari-hari, eau de parfum dapat menjadi pilihan praktis karena menawarkan keseimbangan antara intensitas aroma dan harga. Sebaliknya, extrait de parfum bisa menjadi pilihan jika kamu menyukai aroma yang lebih pekat dan ingin mencoba wewangian dengan konsentrasi tinggi.
.jpg)
Pilihan terbaik bergantung pada preferensi dan kebutuhanmu. Jika kamu menginginkan parfum serbaguna untuk berbagai aktivitas, eau de parfum layak dipertimbangkan. Namun, jika kamu menyukai wewangian dengan konsentrasi tinggi dan karakter aroma yang lebih intens, extrait de parfum dapat menjadi alternatif.
(Baca juga: Wajib Coba! Ini 7 Rekomendasi Parfum Wanita Tahan 24 Jam)
Pada akhirnya, jangan hanya mempertimbangkan konsentrasi atau ketahanan parfum. Pilih aroma yang sesuai dengan seleramu, nyaman digunakan, dan cocok dengan aktivitas sehari-hari.
(Penulis: Sania Zelikha)