Mata merah merupakan kondisi yang cukup umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bagian putih mata yang tampak kemerahan akibat pelebaran pembuluh darah di permukaan mata. Meski sering kali tidak berbahaya, mata merah juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis.
- Kompres mata dengan air dingin
- Gunakan air mata buatan
- Hindari mengucek mata
- Istirahat mata dari layar
- Hentikan penggunaan lensa kontak sementara
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan mata merah, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali penyebabnya agar dapat menentukan langkah penanganan yang tepat. Berikut beberapa penyebab mata merah yang perlu kamu ketahui.
.jpg)
Paparan debu, asap, polusi udara, atau benda asing dapat menyebabkan mata mengalami iritasi. Kondisi ini biasanya disertai rasa perih, gatal, atau sensasi mengganjal pada mata.
Untuk mengurangi iritasi, kamu dapat membilas mata menggunakan cairan steril yang sesuai, seperti larutan saline steril untuk mata. Hindari mengucek mata karena dapat memperparah iritasi.
Mata kering terjadi ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata atau air mata menguap terlalu cepat. Akibatnya, permukaan mata tidak mendapatkan pelumasan yang memadai sehingga menimbulkan kemerahan, rasa perih, dan sensasi seperti berpasir.
Kondisi ini dapat dipicu oleh terlalu lama menatap layar komputer atau ponsel, berada di ruangan berpendingin udara, serta penggunaan lensa kontak dalam waktu lama.
.jpg)
Konjungtivitis merupakan peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput tipis yang melapisi bagian putih mata dan permukaan dalam kelopak mata. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau reaksi alergi.
Gejalanya meliputi mata merah, berair, gatal, dan keluarnya kotoran mata. Jika disebabkan oleh infeksi, konjungtivitis tertentu dapat menular. Karena itu, kamu perlu menjaga kebersihan tangan dan tidak berbagi handuk dengan orang lain.
Alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, atau bahan tertentu dapat memicu mata merah. Biasanya, kondisi ini disertai rasa gatal, mata berair, dan terkadang bersin atau hidung berair.
Untuk mengatasinya, kamu perlu menghindari pemicu alergi dan tidak mengucek mata. Jika keluhan terus berulang, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
.jpg)
Penggunaan lensa kontak yang terlalu lama, kurang bersih, atau tidak sesuai petunjuk dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi mata. Jika mata merah muncul saat kamu menggunakan lensa kontak, segera lepaskan lensa dan jangan menggunakannya kembali sampai kondisi mata dinyatakan aman.
Mata merah juga dapat terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva. Kondisi ini disebut perdarahan subkonjungtiva dan biasanya terlihat sebagai bercak merah terang pada bagian putih mata.
Penyebabnya dapat berupa batuk atau bersin yang kuat, mengejan, maupun cedera ringan. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat membaik dengan sendirinya.
(Baca juga: Ini 5 Cara Menangani Mata Merah Akibat Debu)
Dengan mengenali berbagai penyebab mata merah, kamu dapat lebih waspada terhadap perubahan yang terjadi pada mata. Jika keluhan tidak membaik, semakin parah, atau disertai gejala lain, jangan menunda pemeriksaan ke dokter mata agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
(Penulis: Sania Zelikha)