Pilates merupakan salah satu bentuk olahraga yang menggabungkan kekuatan, fleksibilitas, dan kontrol pernapasan. Meskipun terlihat lembut, gerakan pilates bisa membantu membakar kalori, mengencangkan otot, dan meningkatkan postur tubuh. Jika kamu ingin menurunkan berat badan, pilates dapat menjadi pilihan yang efektif karena mampu melatih otot inti, meningkatkan metabolisme, sekaligus membuat tubuh lebih ramping dan bertenaga.
Jawabannya tidak sesederhana angka pasti, karena hasil setiap orang bisa berbeda. Ada banyak faktor yang memengaruhi penurunan berat badan, mulai dari intensitas latihan, pola makan, metabolisme tubuh, hingga konsistensi kamu dalam berolahraga. Jika kamu rutin melakukan pilates tiga hingga empat kali seminggu dan mengimbanginya dengan pola makan sehat, kemungkinan berat badan yang bisa kamu turunkan dalam satu bulan berkisar antara satu sampai tiga kilogram.
Angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi penurunan yang bertahap justru lebih sehat dan berkelanjutan dibandingkan penurunan drastis. Selain itu, kamu juga akan merasakan manfaat lain seperti tubuh lebih ramping, postur lebih baik, serta otot yang lebih kencang.
.jpg)
Gerakan ini adalah salah satu dasar dalam pilates yang berfokus pada pernapasan dan kekuatan otot perut. Kamu berbaring telentang, lalu angkat kedua kaki ke posisi tabletop atau lurus 45 derajat. Angkat kepala dan bahu sedikit dari matras, lalu gerakkan tangan naik-turun kecil sambil bernapas teratur hingga hitungan seratus.
Gerakan ini membantu menguatkan otot perut, meningkatkan sirkulasi darah, sekaligus membakar kalori.

Duduk dengan lutut ditekuk, tangan memegang tulang kering, lalu angkat kaki sedikit dari lantai. Gulung tubuh ke belakang hingga punggung menyentuh matras, lalu kembali ke posisi semula seperti bola yang berguling.
Gerakan ini membantu melatih keseimbangan, memperkuat otot inti, dan memberikan pijatan alami pada tulang belakang. Kamu juga bisa merasakan tubuh lebih ringan setelah melakukannya.
.jpg)
Plank adalah salah satu gerakan efektif untuk membakar kalori dan menguatkan otot. Dalam pilates, plank dilakukan dengan posisi tubuh lurus dari kepala hingga kaki, bertumpu pada tangan atau lengan bawah.
Tahan posisi ini sambil menarik napas dalam dan mengencangkan otot perut. Gerakan sederhana ini membantu mengencangkan otot inti, lengan, dan kaki, sehingga mendukung penurunan berat badan.
.jpg)
Baringkan tubuh telentang, angkat kepala dan bahu sedikit dari matras, lalu tarik satu lutut ke arah dada sambil meluruskan kaki lainnya ke depan. Ganti kaki secara bergantian dengan ritme yang teratur.
Gerakan ini efektif membakar kalori, melatih koordinasi, serta menguatkan otot perut bagian bawah yang sering menjadi area sulit ketika menurunkan berat badan.
.jpg)
Masih dalam posisi telentang, tarik kedua lutut ke arah dada sambil tangan memeluk kaki. Lalu luruskan kedua tangan ke atas kepala dan kaki ke depan secara bersamaan, kemudian kembali ke posisi awal.
Gerakan ini meningkatkan kekuatan otot perut, melatih fleksibilitas, sekaligus membantu membentuk tubuh yang lebih ramping.
Berbaring tengkurap di atas matras, angkat tangan kanan dan kaki kiri secara bersamaan, lalu ganti dengan tangan kiri dan kaki kanan. Gerakan ini dilakukan seolah-olah kamu sedang berenang.
Selain membantu pembakaran kalori, latihan ini juga menguatkan punggung, bahu, serta memperbaiki postur tubuh.
- Lakukan gerakan pilates secara rutin, minimal tiga kali kali seminggu.
- Kombinasikan dengan pola makan sehat dan cukup minum air putih.
- Jaga pernapasan tetap teratur saat berlatih agar hasil lebih maksimal.
- Mulailah dari gerakan sederhana, lalu tingkatkan intensitas sesuai kemampuan kamu.
(Baca juga: Paket Lengkap! Ini 6 Manfaat Pilates Untuk Wanita)
Pilates bisa menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan sekaligus menantang untuk membantu kamu menurunkan berat badan. Gerakan-gerakan di atas tidak hanya efektif membakar kalori, tetapi juga membuat tubuh lebih lentur, postur lebih baik, dan pikiran lebih tenang. Dengan konsistensi dan semangat, kamu bisa mendapatkan tubuh ideal sekaligus kesehatan yang lebih optimal.
(Penulis: Sania Zelikha)