Dari sekian tren fashion yang silih berganti, gaya klasik tetaplah menjadi pilihan utama. Kebutuhan akan pakaian yang senada dengan gaya ini masih terus diincar banyak orang. UNIQLO pun turut memenuhi kebutuhan tersebut dengan hadirkan koleksi Fall/Winter 2025 Revisiting Classic. Dengan filosofi LifeWear, koleksi ini dirancang untuk tetap relevan di setiap musim dan generasi. Koleksi ini menghadirkan desain timeless yang dipadukan dengan inovasi modern, menjadikan setiap item bukan sekadar pakaian, tapi investasi gaya yang bernilai jangka panjang.
Pada acara Collection Preview di Ganara Art Space, UNIQLO mengajak berbagai tokoh untuk berbagi perspektif tentang gaya klasik ini. Mulai dari Maudy Ayunda hingga fashion stylist Bimo Permadi. Mereka membahas bagaimana memilih item fashion yang tepat, pentingnya kualitas material, serta trik padupadan agar gaya klasik tetap terasa segar.
Maudy Ayunda menekankan pentingnya mindful buying. Menurutnya, desain klasik yang tahan lama adalah pilihan cerdas karena bisa dipakai berulang kali. Ia juga membagikan pengalamannya dengan knitwear UNIQLO yang menjadi favorit sejak masa kuliah, kini hadir dengan teknologi baru yang membuat perawatannya lebih praktis, seperti material Washable Milano dan Extra Fine Merino yang bisa dicuci dengan mesin.
Sementara itu, Bimo Permadi membagikan trik styling agar gaya klasik tak terlihat kuno. Salah satunya dengan permainan proporsi dan warna senada. Ia mencontohkan penggunaan outer berukuran lebih besar untuk tampilan oversized yang kekinian. Item klasik seperti jeans, outer, dan knitwear dapat berubah pesonanya hanya dengan sentuhan styling atau aksesori yang tepat.
(Baca juga: Wah! Ini 7 Cara Merawat Bahan Tile Plisket)

Koleksi UNIQLO Fall/Winter 2025 juga dipresentasikan dalam instalasi tematik dengan dua zona inspirasi. Di area pertama yaitu East Coast – Ivy League, mengambil inspirasi dari gaya East Coast Amerika yang kental dengan akar budaya Inggris, menggambarkan harmonisasi antara tradisi dan modernitas, seperti yang terlihat di lingkungan kampus Princeton dan Harvard. Siluet dan proporsi klasik diberi twist modern lewat permainan proporsi, layering, dan palet warna terkini, menghadirkan gaya preppy yang fresh dan relevan. Pengujung bisa melihat langsung item PUFFTECH, Denim, Knitwear (Souffle Yarn, Washable Milano, Merino, Cashmere), dalam teknik styling yang kreatif dan menarik.
Pada zona berikutnya, yaitu Upstate – Weekend, menghadirkan latar musim dingin di area Upstate, New York, gaya santai untuk berlibur di kabin yang hangat menggambarkan inspirasi untuk styling subtema ini. Koleksi ini memperlihatkan inspirasi gaya musim dingin UNIQLO yang dapat dipakai untuk indoor dan outdoor, lewat koleksi PUFFTECH, Down, dan HEATTECH.
Memasuki area berikutnya, inovasi teknologi terbaru dari UNIQLO dihadirkan dalam instalasi yang bisa disentuh dan dirasakan langsung tekstur dan kelembutan dari material untuk koleksi HEATTECH dan PUFFTECH. Pada koleksi HEATTECH, UNIQLO memperkenalkan HEATTECH Extra Warm Cashmere Blend untuk pria, paduan kemewahan dan kehangatan dalam satu lapisan innerwear yang ringan, dengan kelembutan ekstra berkat campuran dengan bahan cashmere.
Koleksi PUFFTECH hadir dengan lebih banyak variasi model pada musim ini, mulai dari PUFFTECH Jacket, Parka, hingga Vest, semua menawarkan kehangatan namun tetap ringan, tak hanya fungsional tetapi juga stylish. Tersedia juga inspirasi berpakaian untuk traveling dengan pilihan item yang disesuaikan dengan suhu destinasi. Lewat sudut Winter Travel Essentials, UNIQLO menampilkan rekomendasi smart travel melalui inspirasi layering yang disesuaikan dengan suhu di daerah yang dituju.
(Penulis: Zahrah Pricila)