Life & Health

Gaia Music Festival 2025: Ruang Musik Penuh Kolaborasi

By : Her World Indonesia - 2025-08-20 12:00:02 Gaia Music Festival 2025: Ruang Musik Penuh Kolaborasi

Bandung kembali jadi pusat perhatian pencinta musik lewat gelaran Gaia Music Festival 2025. Festival tahunan besutan The Gaia Hotel ini sejak awal dikenal dengan konsep unik: musik yang intim, dekat dengan penonton, dan menyatu dengan alam. mengangkat tema “For The Love of Music”, Gaia Music Festival tahun ini bukan sekadar konser, tapi juga perayaan musik yang hangat dan penuh kebersamaan. Berlangsung di amphitheatre terbuka yang dikelilingi lembah hijau membuat setiap penampilan terasa lebih hidup dan berkesan. Intip kemeriahan di kedua hari festival ini! 

Gaia Music Festival Hari Pertama 


(Yura Yunita menjadi penutup festival day one. Foto: Dok. The Gaia Music Festival)

Hari pertama festival langsung menyuguhkan pengalaman yang berbeda. Sökhi, grup jazz yang sudah sering tampil di berbagai panggung internasional, mengawali acara dengan penuh keceriaan lewat “Lagu Gembira”. Penampilan mereka di Endless Stage yang dikelilingi pepohonan memberi kesan natural, seolah musik dan alam berpadu dalam satu harmoni.

Setelahnya, giliran Guernica Quartet memikat penonton dengan aransemen jazz penuh keindahan. Lagu pembuka mereka “Omnipotent” berhasil menghadirkan suasana syahdu sekaligus bersemangat, perpaduan yang tepat untuk memulai malam panjang penuh lantunanmusik.

Suasana kemudian berubah lebih ringan saat Arumtala naik ke panggung. Duo ini menghadirkan energi segar dengan gaya khas mereka, bahkan sukses membuat penonton ikut bernyanyi lewat lagu “Gagal Diet” yang liriknya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran Arumtala memperlihatkan bagaimana Gaia Music Festival merayakan keberagaman musik, tidak terpaku hanya pada jazz klasik, tapi juga memberi ruang bagi warna lain.

Sorotan utama hari itu tentu saja Trisum. Trio gitaris legendaris Tohpati, Dewa Budjana, dan Balawan kembali membuktikan magisnya kolaborasi. Dengan improvisasi spontan khas mereka, Trisum membawakan salah satunya lagu tradisional Jawa Timur “Cubla-Cublak Suweng” dalam aransemen jazz yang segar. Penampilan ini menampilkan keindahan perpaduan musik modern dan akar budaya lokal.

Malam ditutup dengan penuh emosi oleh Yura Yunita. Dengan karakter vokal yang kuat dan penghayatan mendalam, Yura berhasil mengajak seluruh penonton larut bersama lewat lagu-lagu andalannya seperti “Bandung” hingga “Tutur Batin”. Penampilan Yura menjadi klimaks yang mengikat semua momen indah di hari pertama festival.

(Baca juga: 4 “It girl” 2025, siapa saja?)

Gaia Music Festival Hari Kedua  


(Tulus tampil sebagai penutup acara. Foto: Dok. The Gaia Music Festival) 

Hari kedua Gaia Music Festival 2025 berlangsung meriah dengan deretan penampilan yang meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton. Dibuka oleh Jordan Susanto, suasana langsung memanas berkat permainan gitar penuh energi yang menjadi ciri khasnya. Membawakan lagu Do Right Baby!, Jordan sukses membangkitkan semangat penonton sekaligus memberi warna festival opening yang hangat. 

Sorotan berikutnya datang dari Song Brothers. Trio eksperimental ini menghadirkan nuansa jazzy yang hangat dan intim. Di sela penampilan, Abraham Song memberikan apresiasi pada antusiasme penonton dan membocorkan bahwa mereka siap merilis single perdana pada Agustus mendatang! 

Tak ketinggalan, The Aartsen membawa keunikan tersendiri dengan gaya musik khas keluarga musisi yang telah bersenandung di panggung internasional. Pengalaman mereka berkolaborasi dengan musisi dunia menghadirkan warna segar sekaligus menegaskan komitmen festival ini untuk menghadirkan ragam genre bagi pencinta musik.

Malam itu mencapai puncaknya dengan penampilan Tulus. Seperti biasa, ia berhasil menciptakan histeria penonton lewat suara emas dan lagu-lagu hitsnya, mulai dari Sewindu hingga Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Interaksi hangatnya dengan penonton menjadikan pertunjukan semakin personal, sesuai dengan tema “For The Love of Music.”

 

(Penulis: Zahrah Pricila)


Life & Health