Fashion

UGARI: Refleksi 7 Tahun Perjalanan Tobatenun

By : Her World Indonesia - 2025-08-04 14:00:01 UGARI: Refleksi 7 Tahun Perjalanan Tobatenun

Tobatenun merayakan tujuh tahun perjalanannya dengan meluncurkan program UGARI, yang berarti budaya dalam Bahasa Batak Toba. Program ini menjadi komitmen Tobatenun dalam merevitalisasi warisan budaya, terutama Tenun Batak, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis wastra Nusantara. Acara ini juga menjadi momentum pembukaan kembali Tobatenun Studio & Gallery yang kini hadir dengan ruang lebih luas di Sopo Del Tower, Jakarta.


Menurut Kerri Na Basaria Pandjaitan, CEO Toba Tenun Sejahtra, “pembukaan kembali Tobatenun Gallery & Studio dengan ruang yang diperluas diharapkan dapat memperkuat narasi Tobatenun. Harapan kami, publik dapat memahami lebih dalam aktivitas Tobatenun di wilayah para Artisan Tenun—khususnya dalam hal revitalisasi, riset pengembangan dan pewarnaan alami, serta pendekatan personal dan kolektif kepada para perajin.”


(Baca juga: UNIQLO Dukung Kesejahteraan Anak Lewat PEACE FOR ALL)


Tobatenun Gandeng 5 Desainer Tanah Air 


(Para muse Ulos Ragi Idup. Foto: Dok. Tobatenun)

Dalam semangat kolaborasi, Tobatenun menggandeng lima desainer mode dan label kontemporer: Danjyo Hiyoji, Carmel Boutique, AMOTSYAMSURIMUDA, Qanagara, dan Eridani. Mereka menghadirkan karya busana yang menggabungkan nilai tradisi dengan sentuhan modern. 


Terdapat rangkaian acara dalam perayaan UGARI. Pada 30 Juli lalu, terdapat sesi UGARI: LUHUR, yang menghadirkan temu media dan simposium yang membahas Ulos Ragi Idup, salah satu bentuk Tenun Batak dengan teknik pembuatan paling kompleks. Dalam sesi ini, Carmel Boutique dan Eridani menampilkan koleksi yang mengangkat Ulos Ragi Idup serta Tenun turunannya sebagai media ekspresi desain busana.


UGARI berlanjut pada malam berikutnya melalui sesi UGARI: BORNGIN, yang berarti malam dalam Bahasa Batak Toba. Dengan suasana hangat layaknya sebuah acara housewarming, sesi ini menampilkan trunk show dari AMOTSYAMSURIMUDA, Qanagara, dan Danjyo Hiyoji, yang mempersembahkan koleksi yang modern, wearable, dan berjiwa muda, termasuk eksplorasi kreatif terhadap potongan kain perca hasil produksi.


Sebagai bentuk edukasi publik, Tobatenun juga membuka pameran visual UGARI pada 1–15 Agustus 2025. Pameran ini menampilkan dokumentasi perjalanan Tobatenun dan interpretasi estetika Tenun Batak. Melalui UGARI, Tobatenun kembali menunjukkan bahwa Tenun Batak bukan hanya warisan budaya, tapi juga bagian dari gaya hidup kontemporer yang penuh makna.


(Penulis: Zahrah Pricila)


Fashion