Nama Yandy Laurens tentu sudah tidak asing lagi bagi para penikmat film lokal. Selalu berhasil hadirkan cerita yang sarat makna dan memantik hati para penonton. Lewat karya-karyanya, sosoknya dikenal sebagai salah satu sutradara yang piawai menyentuh emosi tanpa berlebihan. Sebut saja SORE: Istri Dari Masa Depan, film terbarunya yang akhir-akhir ini menarik perhatian. Hadirkan elemen baru, Yandy Laurens gabungkan romansa dengan fiksi ilmiah lewat karakter Jonathan dan Sore. Ada beberapa film dan serial lain Yandy Laurens yang bisa kamu binge watch, intip daftanya di sini!
Cerita yang diangkat di film dan serial Yandy Laurens identik dengan kehidupan sehari-hari. Tentang keluarga, cinta, kehilangan, dan harapan, semua disajikan lewat bahasa visual yang sederhana, namun menyentuh. Tanpa plot twist besar, Yandy justru menyentuh lewat detail kecil yang penuh makna. Inilah enam karya Yandy Laurens yang layak kamu tonton di waktu senggang!

Film yang menjadi titik balik karier Yandy di layar lebar. Diadaptasi dari serial legendaris era ’90-an, Keluarga Cemara versi Yandy membawa kehidupan baru dengan pendekatan yang segar dan kekinian.
Bercerita tentang keluarga yang harus hidup sederhana karena bangkrut, mereka pun pindah ke sebuah desa di Kabupaten Bogor. Mereka perlu beradaptasi dengan berbagai masalah yang terus datang. Film ini membuktikan bahwa drama keluarga bisa relevan dan menyentuh banyak generasi.
(Baca juga: 6 Lagu Barat Tentang Lelah dengan Keadaan yang Menyentuh)

Romansa dalam film ini bukan tentang pasangan ideal atau kisah cinta yang mewah. Sebaliknya, film ini membawa penonton ke rasa mencintai diam-diam, tentang kehilangan arah, dan mencari makna cinta itu sendiri. Dibintangi Ringgo Agus sebagai Bagus dan juga Nirina Zubir sebagai Hanna, keduanya dipertemukan lewat momen tak terduga.

Serial ini jadi ruang eksplorasi Yandy dalam menggabungkan realisme dengan drama relasi. Yang Hilang dalam Cinta menceritakan tentang Dara (Sheila Dara) yang menjadi tak terlihat menjelang pernikahannya. Hanya Satria (Dion Wiyoko) yang bisa melihat dan juga berbicara dengannya. Walau ada elemen fantasi, kekuatan utamanya terletak di narasi, gambarkan hati yang terluka dan juga pencarian jati diri. Serial ini memantik rasa tenang, refleksi diri, dan menyentuh seperti karya-karya yang lainnya.

Film ini membawa tema keluarga besar yang penuh dinamika dan kehangatan. Seorang kakak tiba-tiba harus mengasuh tujuh ponakannya yang masih kecil-kecil. Dari yang awalnya chaos, perlahan muncul kebersamaan yang mengharukan. Dengan sentuhan komedi yang ringan tapi tetap bermakna, film ini tonjolkan kemahiran Yandy dalam menuntun karakter tiap pemain tanpa mengorbankan kedalaman cerita.

Serial yang satu ini jadi bukti bahwa Yandy Laurens juga bisa menyampaikan isu sosial dan teknologi dengan gaya khasnya. A.G.N.E.S. menceritakan Eros (Adipati Dolken), seorang motivator sukses yang merasa kesepian dan secara tak sengaja meminta kehidupan keluarga ideal lewat perangkat AI.
Eros pun bangun dengan istri dan tiga anak yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya. Alih-alih bahagia, ia justru dihadapkan pada konflik keluarga yang rumit. Di sini, Yandy meramu genre futuristik dengan sentuhan personal dan menyentuh.
_11zon.jpg)
Dikemas dalam empat episode, serial ini dibintangi oleh Dion Wiyoko, Laura Basuki, Maisha Kanna, Jovarel Callum, dan Azalea Iskandar. Serial ini mengisahkan keluarga Julian dan Alissa yang tampak harmonis, tapi tiba-tiba diuji ketika putri mereka, Mia, ketahuan merokok dan terancam dikeluarkan dari sekolah. Untuk memperbaiki suasana, Julian mengajak keluarganya berlibur ke Yogyakarta, tapi perjalanan itu justru dipenuhi konflik dan kabar mengejutkan.
Yandy Laurens menghidupkan kisah sehari-hari dengan detail yang kuat. Lewat enam karya di atas, sutradara kelahiran 1989 ini mengajak kita berhenti sejenak, meresapi emosi, dan melihat keindahan dari hal-hal yang sering luput disadari.
(Penulis: Zahrah Pricila)