Di hari jadinya yang ke-25 tahun menjadi bagian dalam kehidupan perempuan Indonesia, Her World kembali menggelar Women Leadership Conference 2025. Sebuah konferensi yang hadir tak hanya untuk merayakan pencapaian karya Her World Indonesia tetapi juga menghadirkan kesempatan bagi sesama perempuan berbagi cerita dan saling menginspirasi.
Tahun ini, Women Leadership Conference mengangkat tema “Disrupt Like a Woman, Time to Change the Game”, yang menggali lebih dalam tentang cara-cara perempuan menciptakan perubahan dan menginspirasi sesama untuk berani melakukan hal yang sama. Konferensi ini diselenggarakan juga untuk mengapresiasi Women of The Year 2025, delapan tokoh perempuan Indonesia yang konsisten berkarya dalam bidang masing-masing.
“Setiap tahun, Women Leadership Conference menjadi ruang yang selalu kami nantikan, karena di sinilah kita bisa melihat bagaimana perempuan Indonesia terus berkembang dan saling menguatkan. Tahun ini terasa istimewa, bukan hanya karena tema ‘Disrupt Like a Woman, Time to Change the Game’ yang begitu relevan, tetapi juga bertepatan dengan 25 tahun perjalanan Her World Indonesia sebuah refleksi tentang bagaimana kami tumbuh bersama sesama perempuan yang kami rayakan,” ungkap Editor-in-Chief Her World Indonesia, Mita Soedarjo.
.jpg)
Konferensi yang dilaksanakan di Le Meridien Jakarta ini terbagi dalam beberapa sesi dengan berbagai topik. Konferensi diawali dengan diskusi hangat tentang cara Cantika Abigail, Andien, Yolanda Pasaribu, dan Andra Alodita memberikan makna baru terhadap kecantikan melalui healing journey masing-masing. Kemudian, audiens diajak untuk mengenali bagaimana AI dapat menjadi kekuatan bagi para perempuan untuk terus berkembang bersama Mira Sumanti (Google Indonesia), Utari Octavianty (Aruna), dan Melinda Savitri (Grab Indonesia).
Perayaan 25 tahun Her World Indonesia ini juga menjadi momen refleksi, menilik kembali perjalanan yang sudah dilalui dengan menghadirkan tiga generasi pemimpin redaksi Her World Indonesia – Sari Narulita, Shantica Warman, Mita Soedarjo – bersama Deputy Editor-In-Chief 2012, Dian Sarwono. Keempatnya berbagi pengalaman dan cerita menjadi bagian dalam Her World Indonesia sehingga konsisten menjadi media gaya hidup perempuan yang tumbuh dan berevolusi bersama para perempuan Indonesia.
Audiens juga diajak untuk berbincang santai tentang lingkaran-lingkaran pertemanan mereka di usia dewasa bersama Reza Chandika, Radhini, Nastasha Abigail, dan Ankatam atau lebih dikenal dengan grup podcast, RAPOT. Selama satu jam, penonton diajak untuk merefleksikan hubungan-hubungan pertemanan yang membentuk setiap pribadi dan bagaimana menghadapi dinamikanya di usia dewasa.
.jpg)
Tidak berbagi ilmu, tetapi Women Leadership Conference menjadi ruang untuk bercerita dan sama-sama saling menguatkan. Kisah dua penyintas kanker, Fia Bunova dan Deayu Anugraha, membagikan cerita mereka hidup berdampingan dengan kanker yang dialami penuh rasa percaya diri dan resiliensi.
Selain itu, Hira Triadi (COO PT Pesona Natasha Gemilang), Naomi Julia Soegianto (Founder NJS Jewellery), Alice Norin (Public Figure & Entrepreneur), dan Aliyah Natasha (Financial Consultant) berbagi cerita tentang passion kecil yang tumbuh dalam diri dapat menjadi semangat untuk terus melangkah di perjalanan yang lebih besar.
.jpg)
Tidak hanya sesi-sesi penuh insight, setiap tahunnya Her World Indonesia konsisten mengapresiasi Women of The Year kepada sosok-sosok perempuan yang telah berdampak dan menginspirasi melalui bidang masing-masing. Tahun ini, puncak penghargaan dilaksanakan untuk mengapresiasi delapan sosok Women of The Year: Abigail Limuria (Penulis & Co-Founder What Is Up, Indonesia); Erika Richardo (Pelukis & Content Creator); Lizzie Parra (Founder BLP Beauty), Maya Watono (CEO InJourney), Sastia Prama Putri (Peneliti & Associate Professor Osaka University); Suryana Paramita (Produser Film & Co-Founder Cerita Films); Tantri Onny Bianti (Pendiri Natasha Skin Clinic Center & Entrepreneur), dan Utari Octavianty (Co-Founder Aruna).
.jpg)
Konferensi ditutup dengan sesi spesial bertemakan 'Disrupt Like a Woman: How We Are Changing The Game’, mengajak audiens kembali merefleksikan kekuatan perempuan yang dapat menggerakkan perubahan dan (mungkin) mendisrupsi norma sosial. Para audiens berkesempatan untuk mendengarkan cerita dan insight dari empat perempuan hebat yakni Sastia Prama Putri, Raisha Syarfuan (President Director PT Sarinah), Cinta Laura Kiehl, dan Luna Maya. Melalui pengalaman dalam bidang masing-masing, keempatnya berbagai pandangan tentang kekuatan besar perempuan untuk menciptakan perubahan di masyarakat, walau kerap tidak disadari. Mereka memaknai disrupsi tidak semata-mata mengguncang sistem, tetapi keberanian untuk berpikir beda, mengambil peran, dan menyadari nilai-nilai perempuan sebagai kekuatan nyata dalam memimpin sebuah perubahan.
“Selama saya melakukan sesuatu yang kesungguhan hati, kejujuran, dan integritas, saya yakin ketika kita berada di jalan yang benar, hasil yang diinginkan akan datang pada waktunya. Mungkin tidak langsung terlihat, tetapi dalam jangka panjang, honesty always pays off,” ungkap Cinta Laura Kiehl.
.jpg)
(Baca Juga: Sorella Rayakan Wanita Hebat di Ajang Women of the Year 2024)
Terselenggaranya Women Leadership Conference 2025 ini juga berangkat dukungan banyak pihak – Natasha Luxe, NJS Jewellery, Sorella, Sensatia, GHD, Irwan Team, Charles & Keith, Oemah Etnik, C&F, Regent Bali Canggu, Umana Bali, Garrya Bianti Yogyakarta, Plataran Borobudur, JHL Solitaire, Swissotel Kuningan, KATTA, Bacha Coffee, dan Make Over – yang memberikan kesempatan konferensi ini kembali hadir bagi para perempuan Indonesia untuk saling menguatkan dan menginspirasi.