Di Meksiko, Día de Muertos bukan sekadar perayaan kematian, tetapi juga bentuk cinta terhadap kenangan. Melalui tradisi penuh warna ini, keluarga mengenang orang-orang tercinta yang telah tiada dengan altar ofrenda berisi foto, makanan, lilin, dan simbol kehidupan. Semangat inilah yang menginspirasi Clase Azul México untuk menghadirkan koleksi paling emosional mereka, Día de Muertos Edición Limitada Recuerdos 2025, yang baru saja diluncurkan di Jakarta.
_(1).jpg)
Koleksi ini menjadi penutup seri tahunan "Nuestros Recuerdos", yang telah berjalan sejak 2021. Setelah menghadirkan tema Saboris, Colores, Aromas, dan Música, tahun ini Recuerdos menjadi bab penutup yang menyoroti makna memori dan warisan budaya Meksiko. Hanya 35 botol tersedia di Indonesia, menjadikannya salah satu koleksi paling langka dan bernilai tinggi tahun ini.
Didesain oleh seniman Meksiko, Erika Rivera, botol Recuerdos hadir dalam warna kuning hangat dengan ilustrasi altar ofrenda dan liontin emas 24 karat berisi cameo obsidian, simbol cermin spiritual agar arwah dapat “mengenali diri” mereka. Detail yang artistik ini seakan menghidupkan kembali tradisi dengan sentuhan kemewahan yang puitis.
Peluncuran koleksi ini di Museum Macan, Jakarta, dirancang sebagai pengalaman multisensori. Ruangan bertema "Earth, Water, Air, dan Fire" mengajak pengunjung menelusuri ingatan dan emosi manusia melalui aroma agave, karya artisan, hingga altar Día de Muertos yang menyentuh hati. Setiap elemen menceritakan hubungan manusia dengan masa lalu, bagaimana kenangan bisa menjadi bentuk seni yang hidup.
Della Gocciardi, Business Development Manager DSP Group, distributor resmi Clase Azul di Indonesia, menyebut, “Luxury bukan hanya tentang harga, tapi tentang perjalanan rasa, warisan, dan penghormatan.” Melalui Recuerdos 2025, Clase Azul tidak sekadar menjual tequila, tetapi menghadirkan karya seni yang menautkan rasa, waktu, dan kenangan.
_(1).jpg)
Dengan aroma kayu asap dan kulit jeruk serta cita rasa orange marmalade berpadu cinnamon hangat, setiap tetesnya seperti ajakan untuk mengenang masa lalu dengan kelembutan. Di balik kemewahannya, tersimpan pesan sederhana: bahwa merayakan kehidupan juga berarti menghormati mereka yang pernah menjadi bagian dari cerita kita.