Diet OCD atau Obsessive Corbuzier’s Diet merupakan metode penurunan berat badan yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier. Diet ini terkenal karena tidak membatasi jenis makanan, melainkan mengatur waktu makan atau dikenal sebagai intermittent fasting. Banyak orang tertarik mencobanya karena hasilnya bisa terlihat cukup cepat. Namun, agar tetap aman dan efektif, kamu perlu memahami cara menjalankannya dengan benar.
Program diet OCD sempat menjadi tren karena hasilnya yang menjanjikan. Jika dilakukan dengan benar dan disiplin, diet ini bisa membantu kamu menurunkan berat badan secara signifikan. Namun, seperti semua program diet, kuncinya adalah keseimbangan dan konsistensi agar tubuh tetap sehat selama prosesnya. Nah, ada beberapa tips penting selama menjalani diet OCD, yakni seperti:
- Perbanyak minum air putih
- Hindari makanan olahan
- Tidur cukup dan olahan ringan
- Kendalikan stres
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai cara melakukan diet OCD selama seminggu agar kamu bisa menurunkan berat badan hingga 10 kg dengan cara yang sehat dan terkontrol.
.jpg)
Diet OCD berfokus pada sistem jendela makan, yaitu pengaturan waktu kapan kamu boleh makan dan kapan kamu harus berpuasa. Dalam periode puasa, kamu hanya diperbolehkan minum air putih, kopi tanpa gula, atau teh tanpa pemanis.
Ada beberapa jenis jendela makan yang bisa kamu pilih, tergantung pada kemampuan dan kebiasaan tubuhmu, yaitu:
- Jendela makan 8 jam: Kamu makan selama delapan jam, lalu berpuasa 16 jam.
- Jendela makan 6 jam: Kamu makan selama enam jam, lalu berpuasa 18 jam.
- Jendela makan 4 jam: Kamu makan selama empat jam, lalu berpuasa 20 jam.
- Puasa 24 jam: Kamu hanya makan satu kali dalam sehari, biasanya dilakukan dua kali dalam seminggu.
Agar hasilnya optimal, kamu bisa mengikuti pola berikut selama satu minggu pertama:
- Hari 1–2: Gunakan jendela makan delapan jam (misalnya pukul 12.00–20.00).
- Hari 3–4: Ubah menjadi jendela makan enam jam (misalnya pukul 13.00–19.00).
- Hari 5–6: Gunakan jendela makan empat jam (misalnya pukul 14.00–18.00).
- Hari ke-7: Coba puasa 24 jam (makan satu kali saja, misalnya pada pukul 15.00).
Kamu bisa menyesuaikan jadwal ini dengan rutinitas harianmu, namun usahakan tetap disiplin agar tubuhmu bisa beradaptasi dengan sistem puasa tersebut.
.jpg)
Walaupun diet OCD tidak melarang jenis makanan tertentu, kamu tetap perlu memperhatikan asupan nutrisi agar hasilnya maksimal dan tubuh tetap sehat.
Berikut saran makanan selama diet OCD:
- Konsumsi protein tinggi seperti telur, ayam tanpa kulit, ikan, atau tahu-tempe.
- Tambahkan sayur dan buah segar untuk menjaga pencernaan dan menambah serat.
- Hindari makanan olahan dan minuman manis, karena bisa menghambat proses pembakaran lemak.
- Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal dua liter per hari.
Untuk mempercepat penurunan berat badan, kamu bisa menambahkan olahraga ringan seperti jogging, yoga, atau latihan beban selama 30–45 menit per hari. Olahraga membantu mempercepat metabolisme tubuh dan membakar lemak lebih efektif.
Selain itu, olahraga juga bisa membantu menjaga bentuk tubuh agar tetap ideal meski berat badan berkurang drastis.
.jpg)
Kurang tidur atau stres bisa menghambat proses penurunan berat badan karena meningkatkan hormon kortisol yang memicu rasa lapar. Pastikan kamu tidur cukup setiap malam, sekitar delapan jam, dan cobalah mengelola stres dengan meditasi atau aktivitas santai.
(Baca juga: 7 Cara Diet Tanpa Olahraga dan Tetap Makan Nasi)
Diet OCD memang bisa membantu kamu menurunkan berat badan dengan cepat jika dilakukan dengan disiplin. Namun, kamu tetap harus memperhatikan kondisi tubuhmu dan jangan memaksakan diri. Kunci sukses dari diet ini adalah konsistensi, keseimbangan nutrisi, serta gaya hidup sehat.
Dengan cara yang tepat, bukan tidak mungkin kamu bisa turun hingga 10 kg dalam seminggu, asalkan kamu menjalankannya dengan cermat dan bertanggung jawab terhadap kesehatan tubuhmu sendiri.
(Penulis: Sania Zelikha)